Jumat, 17 Januari 2014

Nyungsep

Ni pesan buat kalian semua yang sering bawak mobil terlalu banyak muatannya, isi dalemnya. Itu berbahaya sekali. Apalagi kalau yang di bawak itu anak kecil semua, yang ada malah tertindas dengan kaum anak anak yang kita bawak di mobil. , mereka rewel buat jalan kesana kemari. Aku punya pengalaman yang kurang enak tentang ini, nggak enaknya nggak terlalu nggak enak, ada serunya juga. Begini ceritanya..
“Bang, aku nanti ikut pas ngantar terpal ke Masjid, kalo nggak ikut aku colokin abang pake jarum pentul’ teriak Tio, Zahid, Iqbal, Muti, Rama, Noval, Yuda, Faras, Diko, Diva. Siapa yang tahan dicolokin jarum pentul, Batman juga sakit kalo nggak pake seragam Batmannya dicolokin jarum. Sesudah kami acara Maulid Nabi, aku dan Ade disuruh nganter alas duduk atau bahasa kerennya terpal, ke Masjid. Tapi cobaan yang begitu berat, harus bertarung dulu dengan anak anak Rt. Bukan anak pak Rt. Beda. Mereka berontak buat ikut nganterin terpal ke Masjid susah harus berdebat dengan mereka. Singkat cerita akhirnya aku mengikut sertakan mereka ke Masjid. Aku yang nyupir, Ade sebagai navigator.
Waktu kami ngangkat terpal ke bagasi atas mobilku, tiba tiba aku kepijak paku payung. Feeling manusiawi ku bangkit. Jangan jangan pertanda buruk, tapi aku tetep nganggapnya biasa aja.
“Bang bang, liat tu bang ibuk ibuk make kaca mata item, menor bang” “ Bang bang, liat bang bapak bapak tuh senyum senyum sendiri. Gila nggak bang?” Makin lama aku makin pengen ninggalin mereka di pinggir jalan, mereka nggak sadar kalo kaca film mobilku nampak dari luar. Aku pun bilang “ Yang ngatain orang jalan, abang tagih seribu buat uang minyak.” Mereka serempak langsung diem, pura pura tidur. Ya walopun mereka kecil, kalo masalah uang mereka mendadak sudah berumur.
Karena udah lama aku nggak jalan-jalan didesa Tebing Tinggi aku sedikit lupa jalannya, apalagi jalan jalan kecilnya. Karena anak anak sibuk ngatain orang, aku salah masuk ke gang yang jalannya sempit. Ade sebagai navigator lebih banyak liat kepalanya Zahid, karena dia duduk di depan berdua dengan Zahid. Apalagi kepala Zahid sedikit besar untuk seusianya, mungkin dokter juga bingung dengan fenomena ini.
Dan akhirnya titik permasalahan dimulai, mungkin paku payung tadi ada benernya.
“Bang kok jalannya makin sempit? “ Zahid bertanya. Adepun menjawab” Tadi ada simpang dua, kalo lurus kita buntu, kalo belok jalannya memang gini, gimana ri?” “Ikuti jalan kecil aja, kalo lewat pasar macet tadi, banyak galian lobang tiang PLN.” Akhirnya kami lewat jalan sempit itu dengan seksama. Karena jalannya makin lama makin kecil, terus penurunan, anak anak diem dan mulai cemas. “Bang kok ngeri jalannya, abang bisa kan bang? Disana kayaknya jalan penaikan bang.” Aku dengan tegas menjawab” BISA, kalo kalian semua diem dan berdoa” Aura ustadku keluar seketika. Akhirnya mereka semua berdoa supaya aku lebih hebat nyetirnya. Anehnya, aku semakin pede dan mendadak berubah dari Ustad menjadi Toretto di Fast Furios.
Karena semakin semangat dengan didukung doa dari para anak anak, jalanan terjal tadi coba aku lalui. Di awal jalan penaikan aku berhasil melewatinya dan saat tikungan tanjakan yang terakhir. Roda mobilku muter di atas tanah dan nggak jalan sama sekali. Akupun nginjek gas dan kopling bergantian supaya tetep stabil saat di jalan tanjakannya. Pada saat mulai berhasil tibatiba motor batu es lewat depan kami dan itu mengganggu konsentrasiku. Aku cemas, Ade cemas, Toretto cemas, pak Ustad cemas. Anak anak pada teriak semua. Aku semakin hilang konsentrasi, bingung yang mana harus diinjek. Malah keinjek nasi bungkus yang aku bawak dari acara tadi, jatuh ke deket pijekan gas karna jalan terjal tadi. Kepala Ade mendadak berubah jadi perseneling, ilusi. Mobil mundur dengan cepat. Aku cepat cepat ngangkat rem tangan supaya mobil berhenti. “Alhamdulillah, bang jalan mundur aja daripada nanjak bang” Anak anak mulai cemas karena kejadian tadi, ada yang mau nangis, ada yang pengen pulang, ada yang pengen loncat keluar karena kebanyakan nonton film Action. Kalo aku jadi anak anak tadi aku lebih milih nggak ikut nganterin terpal dari awal. Saat jalan mundur, ternyata mobil keluar jalur dan mau masuk ke semak semak.
“WAAAAAAAHHHHHH” Tiba tiba anak anak makin teriak menjerit ketakutan, ban belakang mobil udah nggak nginjek lagi di aspal, sedikit lagi masuk ke rawarawa, mobil bisa kebalik. Aku nggak pengen mati karna ketimpa badan Ade yang besar, dan kepala Zahid yang besar. Dengan tenaga terakhir, aku nginjek gas dan kopling bergantian, akhirnyaa mobil cuma roda belakang yang masuk ke rawa rawa. Akhirnya aku dan Ade serta di bantu bapak bapak sekitaran situ bahu membahu mengangkat mobil dari keterpurukan itu. Tetapi kami kurang tenaga orang dewasa, aku menelpon papaku untuk membantu kami. Namun tetep nggak bisa, akhirnya papaku menelpon oomku dan oomku menelpon pak kadus untuk membantu kami. Kejadian ini bisa masuk dalam sejarah desa karna pak kadus pun ikut turun tangan dalam membantu kami.
Setelah sekian lama mencari cara ngeluarin mobil dari rawa rawa tersebut, akhirnya mobil dapat keluar juga. “De, anak anak mana?” Aku nanya ke Ade, karna daritadi aku nggak ngeliat mereka disekitar sini. “ Anak anak lagi nyari belimbing di kebun sana, kita tunggu aja disini” Yah anak anak yang nggak ada urusan. Mereka ngiranya mobilku cuma masuk ke lobak kecil segede biji nangka.
Setelah mereka pulang dari nyari belimbing, kami pun langsung pulang kerumah, kepalaku sedikit pusing dan bahuku pegal sekali, buka bungkus permen aja mungkin nggak kuat. Sesudah menghitung anggota anak anak, kami langsung pulang. Di saat setengah perjalanan pulang tiba tiba Tio bertanya memecah kesunyian“ LOH.. FARAS MANA?” JLEB.

Sejarah Munculnya Cape Town fc

Kalau Real Madrid ada Cristiano Ronaldo, Barcelona ada Lionel Messi, Manchester United ada Van Persie, Timnas Indonesia ada si Madun, masih kalah dengan tim besutan anak desa Tebing Tinggi, Tungkal. Yang bernama Cape Town fc, ada saya tentunya.
Sejarah lahirnya Cape Town fc :
Klub ini lahir ketika anak anak Cape Town dulunya sering mencari lapangan bola kesana kemari, tanpa hasil yang pasti. Dan, pada akhirnya ketemulah sesosok lapangan dengan tribun penontonnya tanah yang di tumbuhin rumput putri malu, gawang yang terbuat dari sisa ranting pohon, dan rumput lapangannya terbuat dari semen. Ya lapangan ini sebenernya bukan lapangan sepak bola, namun lapangan voli yang di paksa buat jadi lapangan sepak bola. Kami menamai lapangan ini dengan nama Cape Town terinspirasi kota di Afrika Selatan. Kami taunya dari piala dunia 2010 waktu itu.
Kami pun berpikir apa yang bagus buat nama tim kami ini. Setelah bertukar pikiran, saling mengeluarkan pendapat untuk nama tim tersebut, saling ngasih saran.. Dan yang terpilih adalah Cape Town juga sesuai dengan nama lapangannya. Ya otak anak Cape Town emang berjalan lambat, tapi seketika berubah kalau disuruh minum Teh Gelas, otaknya kencang minta ampun, seperti modem Flash Telkomsel awal awal ambil paket gitu. Ketika sesudah minum Teh Gelas, akhirnya kami sepakat nama klub dan lapangannya di sesuaikan.
Pemain pemain Cape Town :
Nuel : Kiper bertalenta bagus, memiliki tangan yang panjang, dia sangat cekatan kalo diajak maling mangga, dan kaki yang panjang pula seperti mainan tradisional enggrang, dia diumpamakan seperti David De Gea, bedanya De Gea nggak pake minyak rambut sedangkan Nuel makek.
Ade : Bek yang berbadan gempal, juga cocok dijadikan gelandang bertahan, susaih dilewatin, dengan badannya yang gempal dia lebih mirip tembok daripada pemain, dia diumpamakan seperti Michael Ballack, kalau Ballack memiliki rambut yang panjang jadi gondrong, sedangkan Ade kriwil kalo rambutnya panjang.
Hendri : Gelandang serang yang memiliki kecepatan dan stamina yang kuat, gelandang pengangkut air, coba aja suruh beli jajanan ke warung sebelah, dia dengan cepat dan berstamina, jajanpun cepat datangnya. Dia diibaratkan seperti Luka Modric, kalo Modric kepanasan make topi sedangkan Hendri kepanasan buka baju , terus dijadiin sorban dikepalanya agar nggak kepanasan.
Wilson : Striker yang berbadan tinggi, memiliki skill diam yang sangat mumpuni, cekatan di duel bola bola atas, lehernya panjang kebiasaan kebiasaan nyari buah di pohon. Dia diibaratkan seperti Fernando Torres. Bedanya, kalau Torres naik motor jadinya keren, sedangkan Wilson naik motor disangka tukang ojek.
Delta : Gelandang bertahan yang memiliki umpan umpan akurat, umpan silang maupun umpan lambung, memiliki body balance yang kuat, jadi sangat cocok kalo pintu rumah lupa terkunci, dia sangat cocok dijadikan pendobraknya. Dia diibaratkan seperti Steven Gerrard, kalo Gerrard setia sama istrinya, kalo Delta nggak ada yang di setia-in. Jomblo.
Dino : Striker yang memiliki positioning sangat bagus, memiliki umpan yang bagus juga, juga cocok sebagai gelandang, memiliki suara serak, saat ngeganggu kalo lagi main, dikira lapangan sedang diperbaikin padahal Dino sedang meminta bola. Dia diibaratkan seperti Frank Lampard, kalo Lampard ngasih coaching clinic ke anak anak, sedangkan Dino lebih sering kena marah Mamaknya.
Reza : Winger yang memiliki teknik dan skill yang sangat bagus, tendangannya akurat, larinya sangat cepat, sangat cocok buat kabur dari hukuman guru. Dia diibaratkan seperti Vino G. Bastian, karena sering berfoto bergaya kayak Vino di film Serigala Terakhir.
Genta : Winger yang memiliki skill yang bagus, umpan yang bagus, pandai dalam menahan bola, suka nginjit kalo tegak maupun lari, sangat cocok jadi Ninja Hatori. Dia di umpamakan seperti Lionel Messi, kalo Messi nendang make kaki kiri, Genta make kaki kiri buat cebok.
Obel : Gelandang yang memiliki skill yang bagus, body balance yang kuat, tendangan melengkung yang bagus, lincah kalo bermain di malam hari karna didukung kulit yang gelap, nggak nampak. Dia diumpamakan seperti Sergio Busquet, kalo Busquets jatuh kakinya luka diperban, Obel lebih milih ngisep lukanya terus dibiarin hingga mengering sendiri.
Pemain- pemain lainnya masih dalam tahap negosiasi, ada yang ingin memperpanjang kontrak ataupun lebih berniat untuk hengkang dari tim Cape Town ini. Kami semua berharap semua pemain tetep bergabung di tim yang lahir dengan cara nggak sengaja ini. Karena masalah keuangan dan manajer tim yang bernama Jogi sudah mau pensiun. Tim ini masih diragukan tampil di setiap ajang kompetisi.
Sejarah Terbuatnya Jersey :
Jersey kami pertama kali diciptakan pun dengan cara nggak sengaja, berawal dari sms ke semua pemain tentang pertandingan yang kami jalani sore hari. Secara nggak sengaja, mamak dari pemain/manajer kami yaitu Jogi membaca smsnya di hpnya Jogi. Kebetulan karena mamaknya maju sebagai Caleg pada tahun itu dengan tanpa unsur politik, kami dibelikan jersey oleh beliau. Awalnya kami semua nolak, tapi karena mamaknya Jogi maksa, yaudah kami terima, dengan lapang dada, karena Gratis.
Lambat laun kami menjadi klub yang lumayan besar, namun karena semakin lama pemain pemainnya juga pada pindah ke provinsi lain, ya bisa dihitung berapa kali kami main dalam satu musim. Saya, sebagai playmaker terbaik Cape Town, sangat prihatin akan masadepan klub ini. Tapi saya tidak berniat buat hengkang, kebersamanlah yang buat saya betah di klub ini. Foto-foto pemainnya belom sempet saya share, kalo main lupa bawak kamera terus sih. Kalopun inget, lowbat batre kameranya. Nasib.
Sekian dari serba serbi Cape Town atas kru yang bertugas, Assalamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuh.

Buang air itu asik

Kalo ngomongin Wc, yang terbenak dipikiran kita adalah, lobang, air, bak mandinya, duduk, kalo yang biasanya duduk pas lagi pup di toilet duduk, kalo aku sih biasanya toilet duduk juga dipake jongkok, udah kebiasaan gitu dari kecil make toilet jongkok, biasanya Mr. Pup nggak mau keluar kalo di ajak duduk, mau ngeden sekencang Ariel Noah nyobain nyanyi lagu Rock juga nggak bakalan keluar tuh Pup, harus diajakin jongkok barudeh mau keluar.. Repot? Pikir sendiri..
Sebenernya yang mau aku omongin adalah bukan tentang kepedulian aku tentang kamar mandi umum yang nggak perlu di tanya tentang kebersihannya, ya udah pasti BERSIH kalo di foto make Camera360 di aplikasi android, ya terkadang muka dan kamar mandi hampir sama, sama lusuh, berantakan, jorok, yang pastinya bukan muka aku yang diomongin tentunya..
Kembali ke topik, yang mau aku omongin adalah tentang kejadian Unik yang aku alami ketika mencoba buang air besar maupun kecil, mandi besar tapi bukan mandi wajib, di kamar mandi selain kamar mandi rumahku..
Yang pertama, ketika aku kencing di salah satu rumah makan di Jambi, waktu aku kebelet banget pengen pipis, aku menuju kamar mandi rumah makan tersebut, sesudah buang air gitu, tiba-tiba aku denger suara anak tertawa di sekitaran situ, aneh padahal aku sendiri di kamar mandi tersebut namun berasa rame terdengar tawa anak anak di kamar mandi itu, tau kenapa? Ya.. waktu aku noleh kedepan dan ternyata kamar mandi tersebut banyak bolong bolongnya maklum sih dari kayu rumah makannya, anak-anak tersebut dengan sukses ngintipin “barang titipan nenek moyang”-ku ketika lagi asik buangin air seni, kayaknya memang udah direncanain banget pengen ngintipin orang tuh anak anak, mungkin niat mereka pengen liatin cewek remaja cantik yang lagi pipis, namun kenyataannya mengharukan ngeliat cewek ganteng yang alat kelaminnya belom dipotong sampe abis hingga remaja gini, tapi aku hargain usaha mereka dengan memberikan air seni yang aku siram langsung dari sumbernya. Biar nambah pinter. Kok ngintipin lanang, cobak pinteran dikit ngintipin yang punya restaurant mandi aja kenapa.
Cerita kedua ketika aku kencing di kamar mandi mall, pasti tau kan buat yang cowok kalo pipis tinggal di tembakin ke sebuah lobang nempel di dinding yang aku nggak tau apa namanya, itu nyusahin banget.
Aku kurang setuju dengan tempat pembuangan ai r seni yang seperti itu. Masak iya, kita harus saling bertatapan dengan semua cowok yang kebetulan lagi pipis bareng di sebelah kita sambil nunjukin muka kepuasan setelah buang air satu sama lain. Gara gara terpesona ngeliatin muka kepuasan cowok di sebelah aku, aku salah tembak air kecil tersebut dan tepat mengenai celana ku sendiri..
Ya terkadang memang tepat kata pepatah dulu “kencing lurus dulu, baru pacaran” Siklusku salah karna pacaran dulu baru kencing.
Cerita terakhir, jangan pernah numpang BAB di tempat temen, maupun tetangga, maupun tempat pacar, ya karna suara ngedennya kita bisa kedengeran sama yang punya rumah, apalagi kalo lagi terkena penyakit lupa cara buang air besar, sekali pengen ngeluarin, ternyata lagi dirumah temen dan inget cara buangnya, kita harus sekenceng kencengnya ngeden supaya tuh boker bisa keluar dengan tanpa rasa pamrih..
Ya itu juga yang pernah aku alami ketika aku main kerumah temen dan pengen boker, suara ngedennya aku kedengeran sampe terdengar seisi rumah. Percayalah teman, ngedenku itu seindah suara Gita Gutawa lagi ngelindur, indah, renyah ada bal balnya lagi..

Futsal + Ngantar Temen = Tempat Sampah

Waktu itu ketika aku masih duduk di kelas 10, ketika futsal begitu banyak digandrungi anak anak kota. Yang aku ceritain disini bukanlah masalah tentang futsal, tapi tentang masalah kehororan dan kemistisan ku ketika ngantar temen yang rumahnya berliku. Sesudah aku main futsal, kawan ku numpang nebeng pulang ke rumahnya. Karena nggak enak ninggalin dia di lapangan futsal, akhirnya akupun nganterin dia pulang kerumahnya. Sedikit kepaksa, minyak nggak kayak air, pakek duit baru dapet. Yah karena mukanya ngeles, mukanya juga merintih mirip ketika kita nggak sengaja kegaruk koreng , melas kayak lagi disuntik bius ketika disunat, aku bersedia nganterinnya. Dani namanya. Rumahnya sedikit jauh, aku di Telanai, dianya di Kotabaru. Itu jauh banget kalo ditempuh dengan motor. Makan waktu sehari semalem nyampe dirumah. Kalau motornya nggak pake roda.
Awal perjalanan nggak ada masalah sama sekali, tetep lancer aja gitu, motor lancar, temenku lancar ngomongnya, yang jual bandrek lancar jualannya, yang jual nasi uduk juga semangat ngangkat termos nasinya.
Namun, seketika berubah ketika sesudah nganterin temenku tadi, tiba tiba mental anak malem aku terkikis, ntah kenapa. Aku mulai berkeringat ketika bawak motor di jalanan. Imanku makin goyah ketika aku sudah memasuki jalan pulang diantara dua jalur. Jalur pertama itu lewat bunderan, kalau lewat sana itu makan waktu lama soalnya aku harus muter jalan pulangnya dan aku ngeliat jam sudah jam berapa, ternyata kampret.. Jam udah nunjukin pukul setengah 12 malem. Mau nggak mau aku harus pulang lewat jalan tembusan rawa rawa. Itupun gelep tanpa penerangan sedikit pun.
Dengan baca bismillah dimodalin dengan sholat maghrib sebelum pergi futsal tadi, akupun menempuh jalan yang gelep gelep itu. Lampu motorpun mulai menerangi jalan gelep yang aku takutin tadi. Ya sholat maghrib tadi juga nggak cukup ngebantu menguatkan imanku. Mungkin sholatku sambil mikir duit jajan tinggal berapa nyampe bulan depan. Bulu kuduk mulai tegak satu sama lain. Tanganku mulai bergetar megang setang motor. Bau tak sedap mulai menusuk dihidungku, aromanya mirip eek dilalerin di pinggir jalan gitu. Aku memacu motor Lancer kuning dengan kecepatan tinggi tanpa tau arah jalan keluar jalurnya. Berharap, aku keluar dengan kepala masih di atas badan, knalpot masih di bawah motor.
Dan ternyata… Aku nyungsep ke tempat sampah pinggir sungai kecil gitu, kampret. Yang aku cium aroma nggak sedap tadi bukannya tanda tanda datengnya kawan ku tadi. Eh bukan, tanda tanda datengnya mahluk halus, ternyata bau tumpukan sampah yang aku lewatin tadi. Untungnya si Lancer kuning masih sehat walafiat, cuma agak lecet di bagian sayapnya. Ada nilai plusnya juga nggak ada yang liat detik detik nyungsepnya si Lancer kuning.
Akhirnya akupun pulang dengan kaki yang penuh dengan kotoran kotoran, yah itulah bau pertualangan kata spongebob di episode berapa aku lupa. Yang lebih nggak disangka, ternyata jam yang aku pake itu mati. Aku baru teringat ketika aku ngeliat jam dinding rumah masih jam setengah sepuluh. Yah kampret tingkat calon senior paskib.