Di malam yang sedikit cerah, aku lupa tanggal berapa. Taapi yang jelas itu keputusan yang bener-bener merubah motorku. Bukan karena dimodifikasi, melainkan keesokan harinya motor jupiter mx kuning(baca : Lancer kuning) aku terjerembab ke semak yang nggak pernah dicukur pemiliknya, karena tumbuh liar.
Begini ceritanya..
Karena orang tua ku tinggal di kabupaten tungkal(baca : portungkal)jadi kami para anak yang merantau menempuh pendidikan Sma di kota Jambi, setiap liburan selalu pulang ke dusunnya masing masing, termasuk aku. Ya karena tergiur dengan temen temen yang sering pulang ke kampung halaman pake motor, aku pun kepengen juga. Bukan pengen sih cuman karena masalah intim-midasi dengan temen temen seperdusunanku untuk make motor.
"Kau pulang naik apa?" Aku jawab dengan simpel "Aku naik travel." Terus temenku jawab "Aii payah, sekali-sekalilah bawa motor, lebih enakan bawa motor, terus pas nyampe di dusun, kau bakal diliatin orang-orang dusun karena ke dusun make motor, jarang-jarang loh manusia seumuran kita berani pake motor" Karena aku pengen jadi artis sehari, di sambut dengan suka cita di dusun karena berani pake motor dari Jambi, dengan tekad yang kuat di tambah minum Proman supaya kuat 5 jam megang setang dan duduk selama 3 jam di jok motor. Aku pun ngambil keputusan supaya pergi ke dusun pake motor.
Pada pagi hari esoknya, aku sudah siap dengan sepatu,helm,jaket,tas. Aku sudah siap buat pergi ke dusun, dan jadi artis sehari. Sebelum pergi, aku sempatin buat denger lagu yang berirama kenceng supaya lebih menantang pas di jalan nanti, ya lagu linkin park yang berjudul The catalyst. Takutnya sih kalo denger lagu galau kayak bertema putus cinta, orang ketiga, pacar ilang diambil orang, mantan, balonku pecah semua, aku malah nyemplung ke jurang dan nyampe di dusun dengan kondisi yang mengenaskan.
Tepat pukul 10 pagi, aku meluncur ke jalanan dengan kecepatan minimum 80km/jam, kenapa segitu? Biar dibilang punya bakat jadi pembalap. Jalanan kota sudah aku sapu bersih, jadi nggak perlu pake tukang sapu, dengan motor lancer kuningku, jalanan bersih dari debu, ya karena emang sebelumnya sudah disapu.
Di jalan lintas, aku tambahin sedikit kecepatanku, dengan begitu aku udah kayak Lorenjo keminum cairan deodoran, aku melaju dengan sangat cepat. Semua tikungan lewat dengan kecepatan tinggi. Nggak salah sebelum berangkat denger lagu berirama cepet, biar adrenalin meningkat. Namun karena mules tingkat stadion gelora bung karno, di tingkungan yang panjang, aku malah keluar jalur dan sukses terjerembab ke bulu belukar. Dibilang bulu karena semak dan bulu hampir sama, tumbuhnya kemana mana.
Alhasil, Lancer kuningku lampunya pecah, dan lecetnya dimana mana.
Ni aku sarani ya, buat temen temen yang pengen jalan jauh pake motor, inget sebelum pergi bokerlah sejenak. Jangan sampe rasa boker itu dateng di saat yang tidak tepat. Karena kecelakaan bisa datang dengan tiba tiba, sama kayak rasa suka, juga dateng dengan cara tiba tiba.
Dari gambar diatas, aku dan Lorenjo punya kesamaan. Bukan cara balapannya, melainkan cara jatuhnya.